Muslimat NU Serukan Dunia Tanpa Perang, Khofifah Kirim “Pesan Keras” ke PBB

bumi pesantren | 20 April 2026 18:28

Muslimat NU Serukan Dunia Tanpa Perang, Khofifah Kirim “Pesan Keras” ke PBB
Puluhan ribu Muslimat NU Jawa Barat menggema di Masjid Al Jabbar. Di momen Harlah ke-80, Khofifah Indar Parawansa memimpin deklarasi tegas: hentikan perang, wujudkan perdamaian dunia.

BANDUNG, PustakaJC.co - Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa, memimpin Halal Bihalal sekaligus peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU di Bandung, Sabtu (18/4).

 

Acara yang dihadiri puluhan ribu jamaah ini berlangsung khusyuk dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, sholawat, hingga tausiyah para ulama. Namun, momen paling mencolok adalah pembacaan deklarasi yang ditujukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

 

“Ini adalah seruan kita kepada dunia, kepada PBB agar berkomitmen menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian,” tegas Khofifah.

 

 

 

Dalam deklarasi tersebut, terdapat sembilan poin penting. Di antaranya mendesak penghentian konflik bersenjata global, penguatan diplomasi damai, serta perlindungan maksimal bagi warga sipil—terutama perempuan dan anak-anak.

 

Tak hanya itu, Muslimat NU juga menyoroti pentingnya perlindungan tenaga medis, fasilitas pendidikan, hingga jurnalis di wilayah konflik. Akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan juga menjadi tuntutan utama, termasuk kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan.

 

Poin lainnya menekankan penegakan hukum internasional, peningkatan peran perempuan dalam proses perdamaian, serta program rehabilitasi pascakonflik.

 

Khofifah menilai momentum Harlah ke-80 ini menjadi titik penting untuk menegaskan peran strategis perempuan di tingkat global. Ia menyebut kekuatan Muslimat NU yang memiliki latar belakang 136 disiplin ilmu mampu berkontribusi dalam diplomasi kemanusiaan internasional.

 

“Ini bukti bahwa Muslimat NU tidak hanya bergerak di ranah domestik, tapi juga responsif terhadap isu global,” ujarnya.

 

 

 

Rencananya, surat deklarasi tersebut akan dikirimkan secara kolektif ke PBB melalui koordinasi dengan berbagai organisasi perempuan dunia.

 

Di sisi lain, kegiatan ini juga berdampak pada penguatan ekonomi anggota. Melalui kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia, Muslimat NU mendorong program pemberdayaan seperti perencanaan haji, umrah, hingga layanan cicilan emas.

 

“BSI diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi Muslimat NU,” tambah Khofifah.

 

 

Menutup acara, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada keluarga para anggota Muslimat NU yang telah memberikan dukungan penuh.

 

“Semoga seluruh energi yang kita dedikasikan menjadi jalan menuju ridha Allah SWT,” pungkasnya.

 

Dari Bandung, suara perempuan Muslimat NU tak sekadar menggema di dalam negeri. Pesan mereka menembus batas negara—menjadi tekanan moral bagi dunia untuk segera menghentikan perang dan memilih jalan damai. (ivan)