SURABAYA, PustakaJC.co – Menjelang kedatangan calon jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Probolinggo pada Selasa (21/4), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menggelar simulasi alur penerimaan dan pemberangkatan jemaah dari Asrama Haji menuju Bandara Internasional Juanda. Senin, (20/4/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan koordinasi petugas dalam melayani jemaah, mulai dari kedatangan di asrama, proses penginapan, hingga tahap akhir keberangkatan ke Tanah Suci. , Demikian dikutip dari surabaya.jawapos.com, Senin, (20/4/2026).
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menjelaskan bahwa simulasi mencakup seluruh rangkaian proses, termasuk pemuatan jemaah ke dalam bus, perjalanan ke bandara, hingga masuk ke layanan Makkah Route atau fast track yang kini telah siap digunakan secara penuh.
“Simulasi ini tidak hanya mengukur waktu tempuh, tetapi juga memastikan semua tahapan berjalan sesuai prosedur, mulai dari asrama hingga proses keberangkatan di bandara,” ujarnya
Ia menyebutkan, durasi simulasi berlangsung sekitar 90 menit, dihitung sejak persiapan di asrama hingga rombongan tiba di bandara. Waktu tersebut menjadi acuan untuk efisiensi pelayanan kepada jemaah.
Dengan penerapan sistem One Stop Service (OSS), seluruh proses administrasi dan pemeriksaan dilakukan di Asrama Haji. Hal ini memungkinkan jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan berulang saat tiba di bandara.
Pihak PPIH juga menargetkan proses penerimaan jemaah berlangsung maksimal antara 1,5 hingga 2 jam, guna menjaga kenyamanan jemaah yang telah menempuh perjalanan panjang dari daerah asal. Untuk itu, kegiatan seremonial yang dinilai tidak mendesak ditiadakan.
Selain itu, terdapat perubahan dalam distribusi perlengkapan ibadah (nusuk). Jika sebelumnya dibagikan di Madinah atau Makkah, tahun ini perlengkapan tersebut akan diberikan langsung kepada jemaah saat berada di asrama sebelum keberangkatan.
Tak hanya itu, jemaah juga akan menerima uang living cost sebesar 750 riyal Saudi atau sekitar Rp3,4 juta setibanya di asrama. Fasilitas lain yang diberikan meliputi akomodasi, konsumsi, pemeriksaan kesehatan, dokumen perjalanan, gelang identitas, serta pas bandara.
Dengan simulasi ini, PPIH berharap seluruh proses pemberangkatan jemaah haji dapat berjalan lancar, cepat, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi para calon tamu Allah. (Frchn)