Setelah rombongan pertama masuk ke kamar masing-masing, lantunan shalawat sempat berhenti. Namun, saat bus berikutnya tiba, Saleh kembali berdiri dan melanjutkan shalawatnya.
Selama kurang lebih 15 menit, ia melantunkan syair pujian menyambut para tamu Allah. Pola itu terus berulang setiap kali rombongan datang, menciptakan suasana penyambutan yang sederhana namun terasa hangat dan personal.
Saleh Abkar diketahui merupakan guru madrasah musik dan seni di Fariq Al-Jasis. Ia mulai belajar bernyanyi sejak usia 17 tahun dan kini mengajarkan kemampuannya kepada anak-anak muda, termasuk dua orang yang malam itu mendampinginya.
Setiap musim haji, bakatnya menjadi daya tarik tersendiri. Ia mengaku kerap diundang hotel-hotel melalui berbagai maktab atau syarikah yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, seperti Maktab Masyariq Rakeen.