Kiai Miftachul Akhyar Ajak Umat Melihat Hikmah di Setiap Cobaan

bumi pesantren | 31 Mei 2026 13:23

Kiai Miftachul Akhyar Ajak Umat Melihat Hikmah di Setiap Cobaan
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat ngaji Syarah Al-Hikam. (dok nuonline)

SURABAYA, PustakaJC.co – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Miftachul Akhyar, mengajak umat Islam untuk selalu melihat hikmah di balik setiap cobaan yang diberikan Allah SWT. Menurutnya, ujian merupakan bagian dari sunnatullah yang pasti dialami setiap manusia selama hidup di dunia.

 

Hal itu disampaikan Kiai Miftah saat mengisi kajian Syarah Al-Hikam yang dikutip dari kanal YouTube Multimedia KH Miftachul Akhyar, Minggu, (31/5/2026).

 

Menurutnya, ujian tidak hanya berupa kesulitan, penyakit, atau tekanan ekonomi. Sebaliknya, kesehatan, kemudahan hidup, hingga kelimpahan rezeki juga merupakan bentuk ujian dari Allah SWT. Dilansir dari nu.or.id, Minggu, (31/5/2026).

 

 

“Pembelajarannya kalau kita semua tidak diuji, enggak di-cobo bagaimana bisa menghadapi hal yang lebih besar lagi. Nah, jadi kita ini bisa jadi orang yang tahan bantingan kalau sering-sering diuji,” ujarnya.

 

 

 

Kiai Miftah menjelaskan bahwa ujian hidup tidak mengenal status sosial maupun kedudukan seseorang. Orang miskin, kaya, hingga kalangan elite sama-sama memiliki ujian masing-masing. Bahkan para nabi yang merupakan manusia pilihan Allah juga menghadapi cobaan yang sangat berat.

 

Ia mencontohkan kisah Nabi Ibrahim yang diuji dengan perintah untuk menyembelih putranya. Kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa ujian merupakan bagian dari proses pembentukan keimanan dan keteguhan hati.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah itu mengingatkan agar umat Islam menyadari bahwa dunia memang tempat ujian. Dengan pemahaman tersebut, seseorang tidak akan mudah terkejut ketika menghadapi berbagai keterbatasan, kesulitan, atau situasi yang tidak sesuai harapan.

 

“Mari kita membiasakan diri bercengkerama, bersosialisasi dengan cobo-cobo saking Gusti Allah,” ajaknya.

 

 

Lebih lanjut, Kiai Miftah menegaskan bahwa setiap ujian yang diturunkan Allah selalu disertai kasih sayang, hikmah, dan anugerah yang jauh lebih besar. Namun, tidak semua orang mampu menangkap pelajaran berharga yang terkandung di dalamnya.

 

Menurutnya, orang yang mampu menerima cobaan dengan penuh keridaan akan memperoleh kekuatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

“Jadi kalau kita paham di setiap cobaan itu ada lutfiah Allah, ada kasih sayang Allah, ada anugerah Allah,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan bahwa kasih sayang Allah yang tersembunyi di balik ujian sering kali baru dapat dipahami manusia setelah waktu berlalu. Karena itu, setiap cobaan hendaknya disikapi dengan kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa Allah selalu menyiapkan kebaikan bagi hamba-Nya.

 

“Memang kebanyakan lutfiah Allah, anugerah Allah itu baru kita temukan nanti,” tandasnya. (ivan)