SURABAYA, PustakaJC.co - Setiap datang Tahun Baru Islam, perhatian umat Muslim dunia tak hanya tertuju pada pergantian kalender Hijriah. Di Kota Makkah, Arab Saudi, terdapat tradisi istimewa yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, yakni penggantian Kiswah Ka'bah atau kain penutup Ka'bah.
Tradisi sakral ini dilakukan setiap awal tahun Hijriah sebagai simbol penghormatan terhadap Baitullah sekaligus menyambut datangnya tahun baru Islam. Proses penggantian Kiswah berlangsung di Masjidil Haram dan menjadi salah satu momen yang menyita perhatian umat Muslim dari berbagai penjuru dunia.
Tidak tanggung-tanggung, proses pembuatan hingga pemasangan Kiswah melibatkan lebih dari 150 perajin khusus yang bekerja selama berbulan-bulan untuk menghasilkan kain penutup Ka'bah yang megah dan penuh makna.
Kiswah Ka'bah dikenal sebagai salah satu karya seni Islam paling bernilai di dunia. Kain berwarna hitam tersebut memiliki berat sekitar 1.410 kilogram dan tersusun dari 47 lembar sutra berkualitas tinggi.
Keindahannya semakin sempurna dengan kaligrafi ayat-ayat suci Al-Qur'an yang disulam menggunakan benang perak dan emas 24 karat.
Tak hanya menjadi simbol kemegahan, setiap detail pada Kiswah mengandung pesan spiritual yang mencerminkan kebesaran Allah SWT serta kemuliaan Ka'bah sebagai kiblat umat Islam.
Pembuatan Kiswah dilakukan di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah yang berada di kawasan Umm Al-Jud, Makkah. Proses pengerjaannya memerlukan waktu hingga 11 bulan sebelum siap dipasang.
Saat hari penggantian tiba, Kiswah lama dilepas secara bertahap dari empat sisi Ka'bah. Setelah itu, lembaran Kiswah baru dipasang satu per satu hingga seluruh bangunan Ka'bah tertutup sempurna.
Proses tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh penghormatan mengingat Ka'bah merupakan tempat paling suci bagi umat Islam.
Bagi jutaan Muslim di seluruh dunia, pergantian Kiswah bukan sekadar penggantian kain penutup bangunan. Momen ini menjadi simbol pembaruan, refleksi diri, dan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Sejalan dengan makna Tahun Baru Islam, pergantian Kiswah mengingatkan umat bahwa setiap pergantian waktu adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan amal dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Tradisi yang terus dijaga oleh Pemerintah Arab Saudi ini menjadi salah satu warisan spiritual yang memperlihatkan besarnya penghormatan terhadap Baitullah sekaligus memperkuat ikatan umat Islam dengan pusat peradabannya.
(int)