LPBI PBNU Evaluasi Respons Bencana Hidrometeorologi, Perkuat Kolaborasi Penanganan Darurat

bumi pesantren | 28 Juni 2026 10:23

 

Affan menjelaskan, lokakarya menggunakan pendekatan participatory learning, sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan menyampaikan pengalaman dan masukan secara langsung.

 

Metode yang digunakan meliputi after action review, focus group discussion (FGD), world cafe, studi kasus, most significant change, hingga sidang pleno untuk menyusun rekomendasi bersama.

 

Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan proses evaluasi berlangsung dua arah, tidak hanya berasal dari narasumber, tetapi juga dari masyarakat yang pernah menerima bantuan kemanusiaan.

 

"Kami ingin semua pihak bisa berpartisipasi, termasuk masyarakat penerima manfaat, sehingga solusi yang dihasilkan benar-benar berasal dari pengalaman lapangan," katanya.