Khofifah Saksikan Deklarasi Muslimat NU Riau Serukan PBB Hentikan Perang dan Wujudkan Perdamaian Dunia

bumi pesantren | 11 Juli 2026 20:19

Khofifah Saksikan Deklarasi Muslimat NU Riau Serukan PBB Hentikan Perang dan Wujudkan Perdamaian Dunia
Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menyaksikan Deklarasi Perdamaian yang disampaikan Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Riau berisi sembilan himbauan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera menghentikan berbagai konflik bersenjata dan perang di berbagai belahan dunia, sekaligus memperkuat langkah mewujudkan perdamaian dunia yang berkeadilan dan berkelanjutan.

PEKANBARU, PustakaJC.co – Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menyaksikan Deklarasi Perdamaian yang disampaikan Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Riau berisi sembilan himbauan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera menghentikan berbagai konflik bersenjata dan perang di berbagai belahan dunia, sekaligus memperkuat langkah mewujudkan perdamaian dunia yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Deklarasi tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Harlah ke-80 PW Muslimat NU Provinsi Riau yang digelar di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah, Pekanbaru, Rabu (8/7). Seruan itu menjadi bentuk kepedulian Muslimat NU terhadap krisis kemanusiaan global yang masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia.

Khofifah mengapresiasi lahirnya deklarasi tersebut. Menurutnya, Muslimat NU terus menunjukkan komitmen sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya bergerak di bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga aktif menyuarakan nilai-nilai perdamaian dan kemanusiaan di tingkat global.

"Muslimat akan terus senantiasa berjuang menyerukan perdamaian di muka bumi. Salah satunya melalui seruan kepada PBB agar seluruh pihak menjaga anak-anak, menjaga layanan pendidikan, menjaga layanan kesehatan, termasuk menjaga keselamatan jurnalis, dan yang paling penting menjaga kehidupan kemanusiaan," kata Khofifah.

Ia menegaskan, semangat perjuangan Muslimat NU selama ini bertumpu pada nilai religiusitas yang menjadi fondasi gerakan organisasi. Militansi para kader dinilai menjadi modal penting untuk terus menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

"Muslimat NU Insya Allah merupakan organisasi yang well-organized. Kekuatan ini menjadi modal untuk terus bergerak dan memberi manfaat bagi umat," ujarnya.

Khofifah menambahkan, Muslimat NU juga berkontribusi menjaga persatuan bangsa melalui berbagai gerakan sosial dan spiritual yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat ranting hingga nasional. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar agar Indonesia tetap damai, rukun, dan terhindar dari perpecahan.

Menurutnya, perdamaian hanya dapat diwujudkan apabila dibangun dengan ekosistem yang kuat, dilandasi keikhlasan, kebersamaan, dan semangat saling membantu. Ia meyakini doa-doa yang dipanjatkan kader Muslimat NU menjadi kekuatan moral bagi bangsa.

Selain itu, Khofifah memaparkan sejumlah langkah strategis yang sedang dikembangkan Muslimat NU, di antaranya pembentukan Asosiasi Profesor Muslimat NU, penguatan layanan paralegal untuk penyelesaian persoalan hukum secara nonlitigasi, serta menyiapkan peace maker sebagai problem solver yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Menurut Khofifah, keberadaan Asosiasi Profesor Muslimat NU menjadi kebanggaan karena menunjukkan semakin besarnya kontribusi perempuan Muslimat NU dalam dunia akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Sementara penguatan paralegal diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pendampingan hukum di tingkat akar rumput, sehingga keadilan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Dengan kekuatan organisasi, penguatan sumber daya manusia, serta semangat pengabdian yang terus dijaga, Muslimat NU akan terus hadir memberikan manfaat dan menjadi bagian penting dalam menjaga perdamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa," pungkas Khofifah.