200 Becak Listrik GSN Disiapkan Dukung Mobilitas Muktamar NU di Jombang

bumi pesantren | 13 Agustus 2026 19:13

200 Becak Listrik GSN Disiapkan Dukung Mobilitas Muktamar NU di Jombang
Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Hasib Wahab Chasbullah atau akrab disapa Gus Hasib. (dok jatimpos)

JOMBANG, PustakaJC.co – Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) disiapkan untuk mendukung mobilitas peserta Muktamar NU ke-35 di Kabupaten Jombang. Bantuan tersebut dinilai menjadi solusi transportasi bagi peserta, khususnya di kawasan muktamar yang memiliki akses jalan relatif sempit.

 

Penyaluran becak listrik berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis, (13/8/2026).

 

Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Hasib Wahab Chasbullah atau Gus Hasib, mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, becak listrik akan sangat membantu kelancaran transportasi selama muktamar berlangsung. Dilansir dari jatimpos.co, Kamis, (13/8/2026).

 

“Kita sangat senang dan sangat berharap. Ini bantuan dari Presiden Prabowo. Ini merupakan penghargaan yang baik dari Presiden terhadap Muktamar,” ujar Gus Hasib.

 

 

 

Ia menjelaskan, kawasan sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas diperkirakan akan dipadati peserta muktamar. Kondisi jalan di sejumlah titik yang relatif sempit membuat kendaraan roda empat kurang ideal digunakan untuk mobilisasi.

 

“Kalau untuk mengantar dan menjemput peserta muktamar, ketika masuk ke area kampung muktamar tidak mungkin pakai mobil besar. Mobil biasa juga tidak bisa, sebab jalannya agak sempit,” jelasnya.

 

Menurut Gus Hasib, jarak antara sejumlah lokasi penginapan peserta dengan arena persidangan sebenarnya relatif dekat, yakni sekitar 300 meter. Namun, penggunaan kendaraan bermotor dalam jumlah banyak justru berpotensi menghambat mobilitas di kawasan muktamar.

 

“Paling tidak jauhnya 300 meter. Tetapi kalau pakai mobil nanti mengganggu transportasi di dalam. Maka nanti akan dipakai becak listrik itu,” katanya.

 

 

Becak listrik tersebut nantinya digunakan untuk mengantar peserta atau mutamirin dari titik registrasi menuju penginapan, tower, arena persidangan maupun lokasi kegiatan lainnya.

 

Panitia Daerah Muktamar NU ke-35 Seksi Transportasi sekaligus Ketua Asosiasi Becak Cas (ABC) Jombang, Abdul Hamid Hamdah, mengatakan bantuan tersebut merupakan realisasi dari pengajuan yang telah dilakukan beberapa bulan sebelumnya.

 

“Harapannya becak listrik ini bisa membantu panitia untuk mobilisasi peserta muktamar. Karena di dalam arena muktamar nanti kendaraan bermotor dan mobil akan dibatasi,” kata Abdul Hamid.

 

 

Ia menyebut pengajuan awal mencapai sekitar 350 unit. Namun, pada tahap ini sebanyak 200 unit becak listrik telah disalurkan kepada penerima yang dinyatakan lolos verifikasi.

 

Jika dihitung berdasarkan nilai sekitar Rp22 juta per unit, total bantuan tersebut mencapai sekitar Rp4,4 miliar.

 

Abdul Hamid mengatakan penerima bantuan diprioritaskan bagi tukang becak yang sebelumnya masih menggunakan becak manual. Proses verifikasi dilakukan langsung di lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

 

“Yang menerima adalah abang becak yang sudah punya becak manual. Tim verifikasi turun langsung. Kalau tidak sesuai atau tidak memenuhi syarat, bisa dicoret,” ujarnya.

 

 

Selain menerima becak listrik, para penerima juga mendapatkan pembekalan mengenai pengoperasian kendaraan, mulai dari cara mengemudi, berbelok hingga standar membawa penumpang.

 

Selama pelaksanaan Muktamar NU ke-35, para pengemudi becak listrik juga akan dilibatkan dalam sistem transportasi internal. Pengemudi akan mendapatkan ID card khusus dan layanan diatur berdasarkan rute serta waktu yang telah ditentukan.

 

Peserta muktamar yang memiliki ID card nantinya dapat menggunakan layanan tersebut tanpa dipungut biaya.

 

“Para masyayikh dan peserta yang sepuh tentu membutuhkan kemudahan mobilisasi. Jadi dari tower ke arena sidang bisa menggunakan becak ini,” kata Abdul Hamid.

 

Salah satu penerima bantuan, Jamil (70), warga Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Ngoro, Jombang, mengaku bersyukur mendapatkan becak listrik tersebut.

 

 

Jamil sebelumnya bekerja menggunakan becak manual. Menurutnya, penggunaan becak listrik akan mempermudah aktivitas mencari penghasilan, terutama karena faktor usia membuat aktivitas mengayuh becak semakin berat.

 

“Alhamdulillah dapat becak,” ujarnya.

 

Abdul Hamid mengingatkan para penerima agar memanfaatkan bantuan tersebut untuk bekerja dan tidak menjual maupun menggadaikannya.

 

“Jangan sampai setelah diterima kemudian digadaikan, apalagi dijual. Ini milik beliau dan digunakan untuk bekerja,” tegasnya.

 

Sementara untuk perawatan kendaraan, termasuk baterai dan suku cadang, menjadi tanggung jawab penerima. Asosiasi tetap melakukan pemantauan secara berkala.

 

 

Abdul Hamid menegaskan bantuan tersebut berasal dari GSN dan bukan merupakan program pemerintah.

 

“Ini bantuan GSN, bukan bantuan pemerintah,” pungkasnya.

 

Gus Hasib berharap keberadaan becak listrik tersebut dapat memberikan kemudahan bagi peserta muktamar, terutama para masyayikh dan peserta lanjut usia yang membutuhkan akses transportasi praktis di kawasan kegiatan.

 

Ia juga mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Jombang.

 

“Hasilnya sangat membantu dan kita juga apresiasi Presiden atas perhatiannya terhadap muktamar,” tegasnya. (ivan)