Menurutnya, persoalan kekerasan di lingkungan pesantren tidak hanya berkaitan dengan data atau angka, tetapi menyangkut kehidupan dan masa depan manusia.
RMI PBNU kemudian mendorong sejumlah program agar pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaannya.
“Kita dituntut melahirkan lulusan santri relevan dengan kebutuhan umat sesuai dinamika mutakhir,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, RMI PBNU bersama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU meluncurkan Buku Standar Pesantren Indonesia dan Buku Pelatihan Perlindungan Anak dan Kekerasan di Pesantren.
Kedua buku tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen bagi pesantren dalam memperkuat tata kelola sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang aman bagi santri.