Haul ke-45 KH Abdul Hamid Pasuruan Teguhkan Tradisi Pesantren

bumi pesantren | 23 Agustus 2026 12:36

 

Ia menjelaskan bahwa kehidupan pesantren tidak hanya berkaitan dengan pendidikan keagamaan secara formal, tetapi juga membangun ikatan batin antara santri, kiai, dan masyarakat.

 

Menurutnya, hubungan tersebut tumbuh melalui kecintaan terhadap ulama, agama, serta Rasulullah. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi pesantren dari generasi ke generasi.

 

Gus Yahya juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bersama, termasuk di lingkungan pesantren dan organisasi keagamaan.

 

Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menghilangkan sikap saling menghormati dan menjaga persaudaraan.

 

Ia kemudian mengingatkan pesan Hadratusyekh KH Hasyim Asy’ari kepada warga Nahdlatul Ulama agar membangun kehidupan jam’iyyah dengan mahabbah, kasih sayang, kerukunan, dan persatuan.

 

Nilai tersebut dinilai tetap relevan dalam kehidupan pesantren saat ini. Para santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki akhlak, sikap menghormati guru, serta mampu menjaga hubungan baik dengan sesama.

 

Haul ke-45 KH Abdul Hamid Pasuruan pun menjadi kesempatan bagi para santri dan masyarakat untuk kembali mengingat perjuangan serta keteladanan Mbah Hamid. Tradisi haul sekaligus menjadi ruang untuk meneruskan nilai-nilai keulamaan dan kepesantrenan kepada generasi berikutnya.

 

Melalui kegiatan tersebut, semangat mencintai ulama, menghormati guru, memperkuat persaudaraan, dan menjaga tradisi keilmuan pesantren diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat. (ivan)