Dari sana, Faishal kembali menekankan pentingnya rasa memiliki.
Menurutnya, persoalan perguruan tinggi NU tidak cukup diselesaikan oleh satu pihak. Diperlukan ekosistem yang terhubung sehingga ketika ada bantuan atau peluang kerja sama, kampus-kampus dapat saling mendukung.
“Kalau ada bantuan datang, kalau tidak ada, jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Bagi Faishal, pengelolaan pendidikan tinggi NU membutuhkan kerja bersama. LPTNU, perguruan tinggi, yayasan dan berbagai pihak yang terkait perlu memiliki komunikasi yang baik agar potensi yang ada dapat berkembang.
Hampir dua tahun mengurus LPT, ia mengaku masih menemukan banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
“Ngurusi LPT sudah hampir dua tahun. Aduh, sendiri-sendiri,” katanya.