Prof Junaidi Dorong PTNU Jatim Berhenti Bersaing dan Mulai Bersinergi

bumi pesantren | 29 Agustus 2026 19:07

 

 

Menurutnya, upaya menuju PTNU yang mendunia harus dimulai dengan membangun rekognisi internasional. Salah satunya melalui kolaborasi dosen, penelitian internasional, publikasi ilmiah, hingga kegiatan pengabdian masyarakat lintas negara.

 

Ia mencontohkan kerja sama yang telah dilakukan sejumlah PTNU dengan perguruan tinggi di luar negeri. LPT PWNU Jawa Timur juga mendorong dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan internasional, termasuk pengabdian masyarakat di Malaysia dan Thailand.

 

“Pengakuan internasional itu tentu berangkat dari kinerja tridarma, yaitu pendidikan, hasil-hasil riset, kemudian aktivitas pengabdian pada masyarakat baik oleh dosen maupun mahasiswa,” jelasnya.

 

PTNU Jangan Saling Anggap Kompetitor

 

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan Prof. Junaidi adalah pola hubungan antarkampus NU. Menurutnya, besarnya potensi PTNU di Jawa Timur akan sulit berkembang maksimal apabila masing-masing perguruan tinggi masih melihat kampus NU lainnya sebagai pesaing.

 

“Yang kita inginkan itu adalah PTNU secara keseluruhan besar. Bukan hanya yang ini besar, ini besar, ini di sana,” katanya.

 

Karena itu, ia mendorong perubahan cara pandang antarkampus. PTNU lain, kata dia, seharusnya dipandang sebagai partner untuk membangun kekuatan bersama.

 

“Kita jangan berpandang PTNU yang lain itu sebagai kompetitor. Tetapi kita harus mulai belajar menganggap bahwa mereka itu adalah partner kita,” tegas Prof. Junaidi.

 

Ia mengakui perubahan cara pandang tersebut tidak mudah diterapkan. Dalam praktiknya, persaingan antarkampus masih dapat terjadi karena banyak program studi yang memiliki bidang keilmuan serupa.

 

Menurutnya, salah satu jalan keluar adalah memperkuat karakteristik dan keunggulan masing-masing perguruan tinggi. Dengan demikian, setiap kampus memiliki bidang unggulan yang berbeda dan dapat saling melengkapi.

 

“Kalau kita bisa memetakan keunggulannya yang berbeda, maka akan mengurangi tensi kompetisi itu,” ujarnya.