Sambut Ketum PBNU Baru, Ini Peran Pojok Gus Dur sebagai Pusat Studi dan Dokumentasi

bumi pesantren | 05 September 2026 07:35

Sambut Ketum PBNU Baru, Ini Peran Pojok Gus Dur sebagai Pusat Studi dan Dokumentasi
Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (jas hitam) saat berkunjung ke Pojok Gus Dur. (dok nuonline)

JAKARTA, PustakaJC.co — Keberadaan Pojok Gus Dur di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, kembali mencuri perhatian saat menyambut kunjungan Ketua Umum PBNU terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, pada momen perdana ngantornya, Jumat, (4/9/2026).

 

Bukan sekadar sudut ruangan biasa, lokasi ini memiliki jejak rekam panjang dalam perjalanan sejarah NU dan bangsa Indonesia. Tempat tersebut merupakan bekas ruang kerja KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) selama menjabat sebagai Ketua Umum PBNU dalam tiga periode kepemimpinan sepanjang tahun 1984 hingga 1999. Bahkan setelah tidak lagi menjabat sebagai Presiden ke-4 RI, Gus Dur terus menempati ruangan tersebut untuk beraktivitas hingga akhir hayatnya. Dilansir dari nu.or.id, Sabtu, (5/9/2026).

 

Atas dasar apresiasi dan nilai sejarahnya yang tinggi, PBNU merestui pemanfaatan ruangan itu untuk diubah menjadi fasilitas publik. Pojok Gus Dur resmi dibuka kembali pada Agustus 2011 di bawah pengelolaan Yayasan Bani Abdurrahman Wahid.