Menurutnya, hal yang semula dinilai sulit atau tidak mungkin, terbukti dapat diwujudkan melalui soliditas dan ikhtiar kolektif.
Jombang Sebagai ‘Tanah Haram’ Nahdlatul Ulama
Secara khusus, Kiai Miftach mengaitkan suksesnya helatan besar ini dengan tuah spiritual kawasan Jombang yang menaungi pesantren-pesantren bersejarah seperti Tambakberas, Tebuireng, Denanyar, hingga Peterongan.
“Kalau ternyata berhasil sungguh kompak, karena di sini adalah Jombang... Ini saya anggap Tanah Haramnya Nahdlatul Ulama,” tegasnya. Ia menekankan bahwa selain kerja keras manusia, unsur keberkahan dan doa para muassis (pendiri NU) menjadi fondasi utama.
Kiai Miftach mengibaratkan capaian Muktamar Ke-35 sebagai rezeki yang datang dari arah tak terduga (min haitsu la yahtasib), namun tetap bertumpu pada proses ikhtiar nyata panitia, pesantren, dan warga NU.