Kegiatan ini mendapat apresiasi mendalam dari pihak sekolah. Kepala MTs Muhyiddin Qur’aniy, Akhmad Abil Khoiri Rivaldy, mengungkapkan bahwa pembelajaran luar kelas seperti ini memberikan dampak emosional dan intelektual yang jauh lebih kuat dibandingkan sekadar teori di dalam kelas.
"Kunjungan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan ruang refleksi bagi santri-santri kami. Merekam kembali hembusan semangat Bung Tomo dan memahami arsip sejarah membantu mereka menyadari bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi yang melek sejarah dan literasi," tutur Abil.

Kesan mendalam turut dirasakan oleh para siswa. Ketua OSIM MTs Muhyiddin Qur’aniy, Nayla Indana Zulfa, mengaku sangat tersentuh selama mengikuti seluruh rangkaian acara.
"Saat mendengarkan pidato Bung Tomo dan menonton film Peristiwa 10 November, rasanya merinding sekali. Kami jadi makin paham bahwa merdeka itu mahal, dan melestarikan sejarah lewat arsip adalah tugas kita sebagai generasi penerus," ungkap Zulfa dengan penuh semangat.
Melalui sinergi antara edukasi kearsipan dan penanaman nilai sejarah ini, peringatan Hari Kunjung Perpustakaan tahun 2026 menjadi momen berharga bagi para santri MTs Muhyiddin Qur’aniy untuk terus merawat ingatan sejarah dan membangun budaya literasi yang kokoh. (ivan)