SURABAYA, PustakaJC.co – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, mengingatkan warga Nahdliyin agar tidak sekadar menjadikan Resolusi Jihad sebagai kenangan sejarah atau seremoni belaka. Pesan mendalam tersebut disampaikannya dalam Puncak Hari Santri Nasional 2026 yang dirangkai dengan Mujahadah untuk Palestina di halaman Kantor PCNU Surabaya, Kamis, (22/10/2026) malam.
Dalam amanatnya, Kiai Miftach menekankan pentingnya merawat makna hakiki dan semangat perjuangan di balik lahirnya Resolusi Jihad agar tetap hidup serta tercermin dalam perilaku sehari-hari warga NU. Dilansir dari jatimpos.co, Minggu, (25/10/2026).
“Jangan sampai Resolusi Jihad hanya tinggal kenangan, hanya karena kita dapatkan nama Resolusi Jihad nama Kota Pahlawan, tapi makna daripada hal itu semuanya sudah mengering,” ujar Kiai Miftach di hadapan ribuan jamaah yang hadir.