MALANG, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menginisiasi aksi penghijauan dengan menanam empat jenis pohon yang ramah iklim kering di kawasan pondok pesantren di Malang. Langkah ini diambil guna mendukung tata kelola lingkungan sekaligus mengatasi kebingungan pihak pesantren dalam menentukan jenis tanaman yang tepat.
Khofifah mengungkapkan, pihak pengelola pesantren sebelumnya sempat mengalami kendala teknis terkait penentuan vegetasi serta pemetaan titik tanam yang efektif. Dilansir dari kompas.com, Senin, (5/10/2026).
"Sebelumnya, pihak ponpes masih bingung soal pemilihan jenis tanaman dan titik penanamannya," ujar Khofifah saat dikonfirmasi terkait aksi penghijauan tersebut.
Merespons kebutuhan tersebut, koordinasi langsung dilakukan bersama Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan hasil pemetaan vegetasi dan kondisi lahan yang cenderung kering, Dishut Jatim akhirnya merekomendasikan empat varietas pohon khusus beserta penentuan tata letak penanamannya.
Aksi penanaman ini tidak hanya ditujukan untuk konservasi lahan, tetapi juga membawa pesan edukasi lingkungan hidup berbasis nilai spiritual di lingkungan pesantren. Khofifah menekankan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari bentuk kebaikan sosial yang berkelanjutan.
“Intinya bahwa cinta lingkungan salah satunya dengan menanam. Kalau saya lebih menyebut menanam ini sebenarnya kita sedang sedekah oksigen,” pungkasnya.
Penanaman ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan berbasis keagamaan lainnya di Jawa Timur dalam mengelola potensi lahan kritis dan menciptakan ekosistem hijau yang berkelanjutan. (ivan)