Merespons kebutuhan tersebut, koordinasi langsung dilakukan bersama Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan hasil pemetaan vegetasi dan kondisi lahan yang cenderung kering, Dishut Jatim akhirnya merekomendasikan empat varietas pohon khusus beserta penentuan tata letak penanamannya.
Aksi penanaman ini tidak hanya ditujukan untuk konservasi lahan, tetapi juga membawa pesan edukasi lingkungan hidup berbasis nilai spiritual di lingkungan pesantren. Khofifah menekankan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari bentuk kebaikan sosial yang berkelanjutan.
“Intinya bahwa cinta lingkungan salah satunya dengan menanam. Kalau saya lebih menyebut menanam ini sebenarnya kita sedang sedekah oksigen,” pungkasnya.
Penanaman ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan berbasis keagamaan lainnya di Jawa Timur dalam mengelola potensi lahan kritis dan menciptakan ekosistem hijau yang berkelanjutan. (ivan)