Tidak kurang dari 2.500 peserta memadati rute kirab, terdiri dari badan otonom NU seperti Ansor, Banser, IPNU, IPPNU, Muslimat NU, Fatayat NU, jajaran dewan guru, hingga santri putra Pondok Pesantren Mambaus Sholihin. Antusiasme warga terlihat memenuhi sepanjang jalur yang dilalui rombongan.
Putra Pengasuh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Agus H. Muhammad Ma’ruf, menegaskan pentingnya momentum ini sebagai wahana edukasi sejarah dan penanaman nilai nasionalisme kepada para santri.
“Ini adalah bukti bahwa kita merupakan penerus pendahulu kita. Kalau bukan kita, siapa lagi? Saya berharap para santri ini bisa menjadi generasi emas, pecinta negeri, dan menjunjung tinggi martabat Indonesia,” ujar Agus Ma’ruf di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, rasa cinta tanah air tidak hanya dibentuk melalui pembelajaran formal di dalam bilik pesantren, tetapi juga perlu dipupuk melalui ekspresi kebudayaan yang menginternalisasi nilai-nilai perjuangan para ulama.