Gus Kikin Tegaskan PBNU 2026–2031 Kembali ke Pesantren dan Perkuat Ukhuwah

bumi pesantren | 28 Oktober 2026 08:06

 

Selain menegaskan pentingnya kembali mendekatkan organisasi dengan pesantren, Gus Kikin mengingatkan bahwa NU yang memasuki abad kedua pada 2026 membutuhkan penguatan nilai-nilai Khittah NU dan prinsip organisasi.

 

Ia menilai, nilai-nilai tersebut menjadi bekal untuk menjaga persatuan, mempererat hubungan antarkader, serta membangun kebersamaan di tengah perbedaan pandangan.

 

Gus Kikin secara khusus menekankan pentingnya tiga bentuk persaudaraan, yakni ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam, ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan sebangsa, serta ukhuwah insaniyah atau persaudaraan sesama manusia.

 

Menurutnya, ketiga prinsip tersebut harus berjalan beriringan agar kehidupan beragama dan berbangsa tetap harmonis. Persaudaraan sesama umat Islam perlu diperkuat tanpa mengabaikan persatuan nasional dan nilai-nilai kemanusiaan.

 

“Kalau kita hanya mengedepankan ukhuwah Islamiyah tanpa memperhatikan yang lain, perbedaan bisa memanas dan berujung pada konflik. Ukhuwah wathaniyah diperlukan supaya kita bisa bersama-sama menjaga negara. Sementara itu, ukhuwah insaniyah merupakan sesuatu yang dibutuhkan seluruh manusia, tidak hanya di Indonesia,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya peran NU dalam menjaga persatuan bangsa, terlebih ketika berbagai konflik masih mewarnai situasi dunia. Menurutnya, NU perlu terus mengambil bagian dalam membangun kehidupan berbangsa yang damai melalui penguatan persaudaraan dan sikap saling menghormati.

 

Sebagai contoh, Gus Kikin mengangkat kiprah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dalam mendirikan Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) pada 1937. Organisasi tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk mempertemukan berbagai kelompok Islam di tengah perbedaan pandangan.

 

Pengalaman sejarah itu, menurutnya, menunjukkan bahwa perbedaan tidak semestinya menjadi penghalang untuk membangun kerja sama dan persatuan demi kepentingan yang lebih luas.

 

Gus Kikin berharap semangat ukhuwah terus menjadi pedoman warga NU dalam menjalankan pengabdian kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan. Dengan demikian, NU diharapkan mampu terus menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam atau rahmatan lil ‘alamin. (ivan)