Gus Kikin Kenang Peran Pesantren Sukorejo dalam Sejarah Kembalinya NU ke Khittah 1926

bumi pesantren | 29 Oktober 2026 09:51

 

Selain keputusan kembali ke Khittah 1926, Muktamar NU ke-27 juga menjadi momentum penerimaan Pancasila sebagai asas organisasi. Gus Kikin menilai keputusan tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dan dasar negara dapat berjalan beriringan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

“Kalau NU bertahan terus, tidak mau mengakui Pancasila niscaya Indonesia ini akan menjadi negara sekuler seperti Turki,” ujarnya.

 

Gus Kikin menjelaskan, penerimaan Pancasila juga berkaitan dengan semangat trilogi ukhuwah atau persaudaraan yang digagas KH Achmad Siddiq dari Jember. Prinsip tersebut menjadi landasan untuk membangun hubungan yang harmonis di tengah perbedaan latar belakang sosial maupun pandangan keagamaan.

 

Ia menegaskan, semangat persaudaraan tetap relevan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini. Karena itu, Gus Kikin mengajak warga NU untuk terus membangun ukhuwah dan menjadikan nilai-nilai ketuhanan sebagai pedoman dalam mencari solusi atas berbagai persoalan.

 

“Itulah maka kita harus mulai berpikir bagaimana kita membangun ukhuwah dan mencari ridha Allah. Karena dengan ridha Allah semua hal akan bisa kita capai,” tuturnya.