SURABAYA, PustakaJC.co – Rasa malas tidak selalu identik dengan kurangnya kemauan untuk bekerja atau beraktivitas. Psikolog menilai kondisi yang kerap disebut sebagai "malas" justru bisa menjadi sinyal tubuh sedang mengalami kelelahan, stres, tekanan emosional, atau tuntutan produktivitas yang berlebihan.
Psikolog Devon Price menjelaskan, banyak orang terburu-buru melabeli dirinya sebagai pemalas ketika kesulitan memulai pekerjaan. Padahal, menurutnya, kondisi tersebut sering kali dipicu oleh faktor psikologis maupun fisik yang perlu dipahami terlebih dahulu.
"Yang tampak sebagai kemalasan sering kali merupakan tanda bahwa seseorang membutuhkan istirahat, dukungan, atau cara kerja yang lebih sehat," jelas Price sebagaimana dikutip dari Psychology Today.
Karena itu, memahami akar penyebab rasa malas dinilai menjadi langkah awal sebelum mencari solusi agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.