SURABAYA, PustakaJC.co – Kondisi kelas menengah Indonesia dinilai tengah menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat. Penyusutan jumlah kelas menengah, stagnasi pendapatan, meningkatnya biaya hidup, hingga berkurangnya daya beli menjadi sinyal perlambatan yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kolom yang ditulis Doktor Sosiologi Universitas Padjadjaran, Jannus TH Siahaan, kelas menengah disebut sebagai pilar utama perekonomian karena berperan sebagai motor konsumsi domestik, pembayar pajak terbesar, penyedia tenaga kerja terampil, hingga penggerak kewirausahaan dan inovasi.
Namun, berbagai indikator menunjukkan kelompok ini kini mengalami fenomena middle class squeeze, yakni kondisi ketika kelas menengah mengalami tekanan ekonomi berkepanjangan sehingga rentan turun ke kelompok ekonomi yang lebih rendah.