Nada Bicara dan Pelafalan
Selain memilih kata-kata, menentukan nada bicara juga penting. Nada bicara tidak hanya memengaruhi pandangan orang lain, tetapi juga situasi dan mood orang yang kita ajak berkomunikasi.
Contohnya saja, kamu menggunakan nada bicara yang tinggi dan menyinggung untuk mengekspresikan ketidaksukaan pada makanan yang diberikan oleh temanmu karena baunya menyengat. Alih-alih mengatakan “Maaf, sepertinya aku tidak kuat dengan baunya”, kamu justru berucap sembari menaikkan nada suara “Ih, apaan sih! Makanan seperti ini tidak layak dimakan!”
Nada bicara yang tinggi serta pemilihan kata yang tidak tepat akan merusak hubungan antara kamu dan temanmu dan kalau hal ini terjadi di tempat kerja, maka akan membuat suasana di kantor kurang kondusif.
Oleh karena itu, penting bagi setiap individu melatih intonasi atau nada bicara ketika menyampaikan sesuatu. Beberapa tips ini bisa kamu ikuti:
Untuk menunjukkan rasa empati dan simpati yang tinggi pada lawan bicara, gunakan suara yang pelan dan tatap mata mereka secara langsung
Gunakan nada bicara yang konsisten saat mengemukakan pendapat, tidak meledak-ledak, meninggi, atau pun ketus. Tips ini dapat kamu terapkan saat presentasi atau di tempat kerja.
Jika lawan bicara kurang mendengar apa yang kamu sampaikan, coba perjelas volume suara tanpa berteriak supaya pesannya mudah tersampaikan dan tidak terjadi kesalahpahaman di akhir pembicaraan
Setelah memastikan nada bicara kamu baik, selanjutnya adalah memastikan pelafalan kamu juga jelas. Pelafalan adalah salah satu kunci yang sering diabaikan untuk komunikasi yang efektif. Padahal sangat penting untuk mengucapkan kata-kata dengan jelas sehingga orang memahami pesan yang kamu sampaikan.