JAKARTA, PustakaJC.co - Indonesia masih darurat stunting dan anemia. Tapi kini, perlawanan tak lagi datang dari satu pihak. Pemerintah, akademisi, hingga industri pangan bersatu dalam gerakan sistemik demi masa depan anak bangsa.
Angka stunting anak di Indonesia memang turun, tapi masih tinggi di 19,8%. Sementara 1 dari 3 balita masih mengalami anemia. Dua masalah ini tak hanya menghambat tumbuh kembang fisik, tapi juga mengancam daya pikir dan produktivitas generasi muda ke depan. Dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (7/6/2025).
“Anemia yang kronis terbukti menurunkan kemampuan belajar anak. Stunting pun bukan soal tinggi badan, tapi otak yang tidak berkembang optimal,” jelas Prof. Hardinsyah, Ph.D., Ketua Komite Profesor IPB dan Presiden International College of Nutrition.