Inovasi juga terlihat dalam pengembangan produk. Zat besi kini dikombinasikan dengan vitamin C untuk meningkatkan penyerapan, serta tambahan DHA dan minyak ikan untuk mendukung perkembangan otak.
“Formulasi seperti ini menunjukkan transformasi nutrisi dari sekadar pemenuhan gizi dasar menjadi strategi intervensi berbasis riset,” tambahnya.
Namun, tantangannya tidak berhenti di produk. Edukasi, pelibatan posyandu, kerja sama kader kesehatan, dan integrasi data antara swasta dan pemerintah menjadi langkah krusial.
Gizi anak bukan lagi soal rumah tangga semata, tapi agenda besar pembangunan nasional. Maka, setiap pihak – dari laboratorium hingga dapur, dari korporasi hingga komunitas – punya peran dalam membentuk generasi sehat, cerdas, dan produktif. (ivan)