SURABAYA, PustakaJC.co – Grup musik .Feast sukses menggelar konser tunggal bertajuk “Pertunjukan Membangun & Menghancurkan” di Convention Hall Grand City Surabaya, Sabtu, (13/9/2025.). Konser ini tak hanya menyuguhkan musik, tapi juga pesan kritis soal kondisi sosial-politik Indonesia.
Baskara Putra (vokal), Adnan Satyanugraha (gitar), Dicky Renanda (gitar), dan Fadli Fikriawan (bassist) membawakan 28 lagu, mulai O Tuan, Peradaban, Kami Belum Tentu, hingga Tarot. Ribuan Kelelawar—sebutan fans .Feast—ikut bernyanyi dan melompat sepanjang konser. Dilansir dari jawapos.com, Minggu, (14/9/2025).
Di tengah aksi panggung, layar besar menampilkan pesan tegas: “Pesan dari Warga untuk Warga,” “Takutlah dan Melawan,” hingga “Teruslah Menggonggong.” Suasana hening terjadi ketika 10 nama korban kerusuhan Agustus 2025 ditayangkan, termasuk Affan Maulana, sopir ojek online yang tewas terlindas mobil rantis.
“Rest in Power. 10 orang meninggal, 3 masih hilang, 1042 luka-luka, 3337 ditangkap,” tulis .Feast di layar saat membawakan O Tuan.
Tak hanya musik, .Feast juga menampilkan cuplikan aksi demonstrasi yang memperlihatkan bentrokan aparat dan massa. Bassist Awan menegaskan konser ini lebih dari sekadar hiburan.
“Kami ingin semua yang hadir pulang membawa renungan. Tentang siapa kita, apa yang sedang kita hadapi, dan bagaimana melawan ketidakadilan,” ujarnya.
Konser berdurasi hampir tiga jam itu ditutup dengan Tarot, diiringi ribuan penonton menyalakan flashlight ponsel. Lautan cahaya itu menutup malam dengan pesan kuat: musik bisa jadi senjata perlawanan sekaligus persatuan. (ivan)