Edi menyoroti paradoks dunia kerja Indonesia: memiliki sekitar 146 juta pekerja, namun produktivitas per jam masih berada di angka USD 14, menempatkan Indonesia di posisi kelima di ASEAN. Kondisi ini, kata dia, diperburuk oleh 60 persen pekerja yang mengalami burnout, masalah ergonomi akibat kerja hybrid, serta meningkatnya risiko kecelakaan kerja.
Menurut Edi, perspektif Human and Organizational Performance (HOP) menegaskan bahwa human error bukanlah kelemahan individu semata, melainkan cermin dari sistem kerja yang tidak aman dan tidak manusiawi.
“Kalau sistemnya lelah, manusianya pasti lelah, dan produktivitas ikut runtuh,” tegasnya.