SURABAYA, PustakaJC.co - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memaparkan strategi pembangunan kota berbasis budaya dan ekonomi kerakyatan di hadapan Juri Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Jumat, (9/1/2026). Presentasi ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Malang menjadikan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Wahyu menekankan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga warisan leluhur, tetapi menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat. Melalui semangat Menolak Lupa, ia memastikan modernisasi Kota Malang tetap berpijak pada sejarah dan identitas lokal. Dilansir dari bhirawaonline, Jumat, (9/1/2026).
“Kebudayaan asli Ngalam adalah modal sosial yang tak ternilai. Kita membangun kota modern tanpa kehilangan jati diri. Sejarah dan tradisi harus menjadi ruh pembangunan,” ujar Wahyu.
Sejumlah program strategis yang dipaparkan menarik perhatian dewan juri. Di antaranya Program 1.000 Event yang dinilai mampu menghidupkan ekosistem seni sekaligus menggerakkan UMKM. Data PHRI menunjukkan, konsistensi gelaran acara turut meningkatkan okupansi hotel di Kota Malang.