SURABAYA, PustakaJC.co — Generasi muda di Jawa Timur diminta tidak lengah dalam menggunakan layanan digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi keuangan, data pribadi kini menjadi salah satu target utama kejahatan siber.
Peringatan ini disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatikan (Kominfo) Provinsi Jawa Timur bersama Bank Indonesia dalam kegiatan Smart Banking For Smart Youth bertema keamanan data di era digitalisasi perbankan, yang digelar di Grand City Surabaya, Sabtu, (2/5/2026).
Ketua Tim Kemitraan Komunikasi Lembaga Bidang IKP Kominfo Jatim, Eko Setiawan, menegaskan bahwa literasi digital tidak cukup hanya sebatas kemampuan menggunakan teknologi. Ia menekankan pentingnya membangun pola pikir kritis, terutama dalam mengakses layanan keuangan digital. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Minggu, (3/5/2026).
“Dalam menggunakan layanan digital, jangan asal mengunduh aplikasi. Pastikan dari sumber resmi. Banyak aplikasi palsu yang tampilan dan namanya mirip, tetapi berpotensi mencuri seluruh data pribadi pengguna,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran smart banking memang memberi kemudahan, mulai dari menabung, transfer, hingga pembayaran digital seperti QRIS. Namun, kemudahan tersebut juga diiringi dengan risiko, termasuk maraknya QRIS palsu yang dapat merugikan pengguna.
“Generasi muda harus cerdas dan waspada. Jangan sampai kemudahan teknologi justru dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan,” tegasnya.