Dalam forum tersebut, Dewan K3 Jatim memperkenalkan Model Integrated Well Being, yang memadukan Human Capital, HSE, dan Kedokteran Okupasi. Model ini mencakup lima dimensi kesejahteraan: kesehatan fisik, kesehatan mental, keselamatan kerja, kesejahteraan organisasi-sosial, serta kesejahteraan finansial dan karier.
Edi menegaskan, ketika lima dimensi itu dikelola sebagai satu ekosistem, hasilnya nyata: klaim kesehatan menurun, human error berkurang, produktivitas meningkat.
“Tenaga kerja yang sehat adalah aset strategis. Invest in people, harvest productivity,” tandasnya.