JConnect Versi Terbaru Jadi Andalan Bank Jatim Dongkrak Kinerja 2026

komunitas | 08 Februari 2026 05:07

JConnect Versi Terbaru Jadi Andalan Bank Jatim Dongkrak Kinerja 2026
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo (kiri) dan Komisaris Utama Independen Bank Jatim Adi Sulistyowati dan Gubernur Khofifah hasil UMKM. (dok detik)

 

MALANG, PustakaJC.co  – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) optimistis mampu meningkatkan kinerja perseroan pada 2026. Salah satu strategi utama yang diandalkan adalah peluncuran JConnect versi 3, sebagai bagian dari penguatan transformasi digital perbankan.

 

Optimisme tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo saat Rapat Kerja Tahunan (Rastra) Bank Jatim 2026 di Hotel Grand Mercure Mirama, Kota Malang, Sabtu, (7/2/2026).

 

Menurut Winardi, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Bank Jatim untuk memperkuat posisi sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) terdepan di Indonesia melalui transformasi digital, penguatan permodalan, serta sinergi dengan ekosistem daerah. Dilansir dari m detik.com, Minggu, (8/1/2026).

 

“Fokus kami tahun ini adalah transformasi digital, penguatan modal, dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Kami menargetkan pertumbuhan laba bersih di level double digit pada 2026,” ujar Winardi.

 

 

 

Rapat kerja tahunan tersebut juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang turut meninjau berbagai produk UMKM binaan yang dipamerkan di lokasi kegiatan.

 

Meski proses audit laporan keuangan tahun 2025 masih dalam tahap finalisasi oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), manajemen Bank Jatim optimistis kinerja 2026 akan melampaui capaian sebelumnya, seiring fundamental perusahaan yang semakin kuat.

 

Winardi menegaskan, Bank Jatim tidak hanya berfokus pada peningkatan laba, tetapi juga pada perbaikan kualitas aset, khususnya dengan menekan rasio Non-Performing Loan (NPL) serta menjaga efisiensi operasional.

 

“Kami menargetkan rasio BOPO tetap di bawah 80 persen agar Bank Jatim bisa menawarkan bunga kredit yang lebih kompetitif kepada masyarakat,” jelasnya.

 

 

 

Sebagai bagian dari strategi digital, Bank Jatim akan segera meluncurkan JConnect versi 3 yang telah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Aplikasi ini hadir dengan platform dan fitur yang lebih lengkap guna meningkatkan kenyamanan serta loyalitas nasabah.

 

“Saat ini pengguna digital kami sekitar 1 juta. Tahun ini targetnya meningkat minimal menjadi 2 juta pengguna,” tegas Winardi.

 

Selain itu, Bank Jatim juga akan memperkuat perannya sebagai Agent of Development, khususnya dalam mendorong inklusi keuangan, peningkatan dana murah (CASA), pemberdayaan UMKM, pengelolaan transfer keuangan daerah (TKD), serta mendukung pembangunan infrastruktur di Jawa

 

“Visi kami jelas, menjadi yang terbaik di kelas BPD. Dengan strategi yang tepat dan kekompakan seluruh insan Bank Jatim, kami yakin 2026 akan menjadi tahun yang sangat positif bagi Bank Jatim,”pungkasnya. (ivan)