PWNU Jatim Apresiasi Dukungan Lintas Agama di Mujahadah Kubro NU Malang

komunitas | 09 Februari 2026 05:43

PWNU Jatim Apresiasi Dukungan Lintas Agama di Mujahadah Kubro NU Malang
Para tokoh dari berbagai organisasi dan latar belakang agama menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Kota Malang. (dok bhirawa)

MALANG, PustakaJC.co - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengapresiasi dukungan lintas agama dan lintas organisasi dalam pelaksanaan Mujahadah Kubro Satu Abad NU yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2). Kegiatan akbar tersebut menjadi gambaran nyata kuatnya toleransi dan kebersamaan di Jawa Timur.

 

Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz, menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat aktif membantu kelancaran acara. Menurutnya, suksesnya Mujahadah Kubro yang dihadiri jutaan jamaah tidak lepas dari dukungan tulus berbagai pihak di Malang Raya. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Senin, (9/2/2026).

 

“Kelancaran kegiatan ini merupakan hasil gotong royong semua elemen. Kami sangat mengapresiasi dukungan lintas agama dan lintas organisasi yang terbangun dengan penuh ketulusan,” ujar Gus Kikin, sapaan akrabnya, di sela-sela acara.

 

 

 

Selain dukungan moril, berbagai pihak juga memberikan bantuan logistik. Gus Kikin mencontohkan kontribusi penyediaan konsumsi bagi jamaah, termasuk ribuan paket makanan yang disalurkan untuk mendukung kebutuhan peserta Mujahadah Kubro.

 

PWNU Jatim juga menyoroti peran sekolah-sekolah di sekitar Stadion Gajayana yang membuka fasilitasnya bagi jamaah. Sejumlah sekolah menyediakan snack, minuman, serta membuka gedung sebagai tempat transit jamaah yang telah memadati kawasan stadion sejak Sabtu (7/2) malam.

 

Tak hanya itu, sikap toleran juga ditunjukkan oleh pengurus rumah ibadah di sekitar lokasi kegiatan. Demi mendukung kelancaran Mujahadah Kubro, beberapa di antaranya membuka fasilitas umum dan melakukan penyesuaian jadwal kegiatan rutin.

 

“Ini menunjukkan bahwa nilai toleransi dan kebersamaan benar-benar hidup di tengah masyarakat. Inilah esensi persaudaraan yang sesungguhnya,” ungkap Gus Kikin.

 

 

Ia menegaskan, semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan ajaran para pendiri NU, khususnya Hadratus Syekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, yang menekankan pentingnya ukhuwah, persatuan, dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Kota Malang juga semakin bermakna dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto. PWNU Jatim menilai kehadiran Presiden menjadi simbol kuat harmonisasi antara ulama dan umara dalam menjaga persatuan bangsa.

 

“Kehadiran Presiden di tengah jutaan warga nahdliyin merupakan simbol menyatunya ulama dan umara. Ini modal penting bagi Indonesia untuk terus melangkah maju,” pungkasnya.

 

 

Pantauan di lapangan, arus jamaah berlangsung tertib meski stadion dipadati lautan manusia. Keterlibatan elemen masyarakat lintas iman dalam membantu teknis pelaksanaan menjadi catatan positif bagi kondusivitas Jawa Timur, khususnya Kota Malang. (ivan)