Ia menegaskan, semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan ajaran para pendiri NU, khususnya Hadratus Syekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, yang menekankan pentingnya ukhuwah, persatuan, dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Kota Malang juga semakin bermakna dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto. PWNU Jatim menilai kehadiran Presiden menjadi simbol kuat harmonisasi antara ulama dan umara dalam menjaga persatuan bangsa.
“Kehadiran Presiden di tengah jutaan warga nahdliyin merupakan simbol menyatunya ulama dan umara. Ini modal penting bagi Indonesia untuk terus melangkah maju,” pungkasnya.
Pantauan di lapangan, arus jamaah berlangsung tertib meski stadion dipadati lautan manusia. Keterlibatan elemen masyarakat lintas iman dalam membantu teknis pelaksanaan menjadi catatan positif bagi kondusivitas Jawa Timur, khususnya Kota Malang. (ivan)