Menurutnya, keterlibatan UMKM binaan Bank Jatim dalam berbagai misi dagang menjadi bukti pola pembinaan yang terintegrasi, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan pasar.
“UMKM yang kita bawa dalam misi dagang bukan sekadar pameran. Mereka sudah siap produksi, siap kualitas, dan siap pasar. Ini bukti pendampingan Bank Jatim benar-benar berdampak,” tegasnya.
Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan terus mendorong UMKM dan IKM naik kelas melalui penguatan mutu, fasilitasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar, baik luring maupun digital.
Dengan konsolidasi strategi dan dukungan penuh pemerintah daerah, Bank Jatim kini bersiap terbang lebih tinggi—menegaskan posisinya sebagai penggerak utama ekonomi Jawa Timur sekaligus menatap panggung nasional sebagai BPD terdepan. (ivan)