Rakerta 2026, Bank Jatim Tancap Gas Menuju BPD Nomor Satu Nasional

komunitas | 12 Februari 2026 07:32

Rakerta 2026, Bank Jatim Tancap Gas Menuju BPD Nomor Satu Nasional
Bank Jatim telah menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) Tahun 2026. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menegaskan ambisinya menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) nomor satu di Indonesia. Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Grand Mercure Mirama Malang, 6–7 Februari 2026.

 

Mengusung tema “Audacity to Fly Higher”, Rakerta tahun ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penajaman strategi menghadapi persaingan industri perbankan yang kian kompetitif. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA, jajaran Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, Direksi, hingga seluruh pimpinan cabang Bank Jatim. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Kamis, (12/2/2026).

 

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menegaskan, tema tersebut mencerminkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan melakukan lompatan strategis.

 

“Rapat kerja ini rutin kami lakukan setiap awal tahun untuk menyatukan visi, memberikan arahan strategis, serta memperkuat budaya kerja dan kekompakan internal agar target 2026 bisa tercapai,” ujar Winardi, Rabu, (11/2/2026).

 

Ia menegaskan, Bank Jatim optimistis pada 2030 mampu menjadi BPD nomor satu di Indonesia dari seluruh parameter utama, mulai dari dana pihak ketiga, penyaluran kredit berkualitas, pertumbuhan laba, hingga penguatan total aset.

 

“Visi ini bukan sekadar target, melainkan komitmen kami dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi Jawa Timur,” tegasnya.

 

 

Untuk mencapai target tersebut, Bank Jatim menetapkan strategi 3-2-1 pada 2026.

 

Pertama, 3 business strategy: fokus pada penghimpunan dana murah (low cost funding), peningkatan kualitas kredit dengan likuiditas efisien, serta penguatan transaksi digital banking.

 

Kedua, 2 enabler: penguatan tata kelola perusahaan (GCG) yang transparan dan akuntabel, serta penguatan sistem dan teknologi guna meningkatkan efisiensi, keamanan, dan keandalan layanan digital.

 

 

 

Ketiga, 1 people development: peningkatan kualitas SDM melalui pengembangan kompetensi, profesionalisme, dan budaya kerja adaptif serta inovatif.

 

“Melalui implementasi strategi 3-2-1 ini, kami optimistis mampu memperkuat daya saing perusahaan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi peran strategis Bank Jatim dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan UMKM.

 

“Bank Jatim memiliki peran penting sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Perannya tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memastikan UMKM naik kelas dan memiliki daya saing,” ujar Khofifah.

 

 

Menurutnya, keterlibatan UMKM binaan Bank Jatim dalam berbagai misi dagang menjadi bukti pola pembinaan yang terintegrasi, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan pasar.

 

“UMKM yang kita bawa dalam misi dagang bukan sekadar pameran. Mereka sudah siap produksi, siap kualitas, dan siap pasar. Ini bukti pendampingan Bank Jatim benar-benar berdampak,” tegasnya.

 

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan terus mendorong UMKM dan IKM naik kelas melalui penguatan mutu, fasilitasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar, baik luring maupun digital.

 

Dengan konsolidasi strategi dan dukungan penuh pemerintah daerah, Bank Jatim kini bersiap terbang lebih tinggi—menegaskan posisinya sebagai penggerak utama ekonomi Jawa Timur sekaligus menatap panggung nasional sebagai BPD terdepan. (ivan)