Selain itu, Eri menegaskan pentingnya peran investor dan pelaku usaha dalam mendukung pembangunan kota melalui kontribusi pajak.
“Pajak dari investor digunakan untuk membangun infrastruktur, pendidikan gratis, dan membantu masyarakat kurang mampu. Karena itu, kami berterima kasih kepada semua pelaku usaha yang telah berkontribusi,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Surabaya, Herry Purwadi, mengungkapkan program ini merupakan penguatan dari kerja sama yang sudah berjalan sejak 2022.
Pada tahap awal, sebanyak 38 hotel, mulai bintang dua hingga bintang lima, terlibat dalam program tersebut.
Berdasarkan rekapitulasi kebutuhan hotel, sejumlah komoditas yang dibutuhkan setiap bulan antara lain:
• Daging ayam: 5,6 ton
• Daging sapi: 600 kilogram
• Sayur-sayuran: 4,7 ton
• Buah-buahan: 12 ton
• Susu segar: 3.200 liter
• Beras: 3,5 ton
• Telur: 8 ton
• Minyak goreng: 2,6 ton
• Gula: 4,3 ton
Selain bahan pangan, hotel juga membutuhkan perlengkapan kamar seperti slipper hingga 39.000 pieces per bulan, serta berbagai produk amenities seperti sabun, sampo, dan makanan ringan.