Karena itu, pemerintah disarankan tetap mempertahankan harga BBM subsidi selama harga minyak mentah dunia belum mencapai ambang USD 100 per barel.
Namun, kondisi akan berbeda jika harga minyak dunia telah melampaui batas tersebut. Pada situasi tersebut, pemerintah dinilai menghadapi tekanan fiskal yang lebih berat apabila tetap mempertahankan harga BBM subsidi.
“Kalau sudah mencapai USD 100 per barel ke atas, tidak ada pilihan bagi pemerintah karena beban APBN akan semakin berat jika tidak dinaikkan,” tambahnya.