UE Ancam Balasan Cepat Jika AS Terapkan Tarif Tambahan pada Produk Spanyol

komunitas | 06 Maret 2026 20:37

UE Ancam Balasan Cepat Jika AS Terapkan Tarif Tambahan pada Produk Spanyol
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (dok Jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Uni Eropa (UE) menyatakan siap memberikan respons tegas dan cepat apabila Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump memberlakukan tarif tambahan atau kebijakan perdagangan yang dinilai diskriminatif terhadap Spanyol. 

 

 

Juru bicara European Commission menegaskan bahwa setiap langkah sepihak yang menargetkan impor Spanyol akan dianggap sebagai eskalasi serius dalam hubungan dagang antara AS dan UE. Demikian dilansir dari Jawapos.com, jum'at, (6/3/2026). 

 

 

Menurutnya, jika Washington benar-benar mengenakan tarif tambahan terhadap produk-produk Spanyol, maka Uni Eropa akan merespons secara terkoordinasi dan cepat.

 

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump mengancam akan memberlakukan embargo perdagangan total terhadap Spanyol. Ancaman itu dilontarkan setelah Madrid menolak memberikan izin kepada militer AS untuk menggunakan pangkalan militernya dalam operasi yang berkaitan dengan Iran.

 

 

Komisi Eropa menegaskan bahwa hingga saat ini pernyataan dari AS masih berupa ancaman. Namun, jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, UE telah menyiapkan berbagai instrumen perdagangan untuk meresponsnya.

 

Uni Eropa juga menilai pentingnya menjaga sikap tenang namun tetap solid dalam menghadapi tekanan perdagangan dari Washington. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa respons kolektif negara-negara Eropa dapat menjadi langkah efektif menghadapi kebijakan AS.

 

 

Ketegangan geopolitik meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa warga sipil.

 

"Uni Eropa memiliki berbagai alat kebijakan yang kuat. Kami tidak ingin menggunakannya, tetapi jika diperlukan, kami siap melakukannya,” kata juru bicara tersebut. 

 

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. (frcn)