SURABAYA, PustakaJC.co – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur, Imam Utomo menegaskan pentingnya peran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai mitra strategis dalam berbagai agenda kemanusiaan PMI di Jawa Timur.
Hal itu disampaikan Imam Utomo saat menggelar buka puasa bersama jajaran pengurus PWI Jawa Timur di Kantor PMI Jatim, Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rencana kerja sama yang lebih terstruktur, termasuk menggagas pembentukan jaringan relawan berbasis profesi jurnalistik di bidang kemanusiaan dan kebencanaan. Dilansir dari jatimpos.co, Senin, (9/3/2026).
“PWI Jatim adalah mitra strategis PMI Jatim. Ide membentuk satuan relawan jurnalis palang merah di wilayah Jawa Timur harus segera diwujudkan. Bila perlu ada bimbingan teknis di beberapa daerah,” kata Imam Utomo.
Mantan Gubernur Jawa Timur dua periode itu juga mengapresiasi peran para jurnalis yang selama ini mendampingi berbagai aktivitasnya sejak menjabat Pangdam V/Brawijaya hingga menjadi Gubernur Jawa Timur.
“Kebersamaan dengan rekan-rekan jurnalis sangat luar biasa selama ini. Saya berharap PWI tetap membersamai PMI Jatim, terutama dalam mewujudkan relawan jurnalis palang merah yang lebih terstruktur dan terlembaga,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Imam Utomo juga mengungkapkan bahwa Jawa Timur akan menjadi tuan rumah Temu Karya Relawan PMI tingkat nasional. Awalnya kegiatan tersebut dijadwalkan pada April 2026, namun ditunda menjadi April 2027 atas arahan Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla.
“Acara tersebut diikuti relawan dari seluruh provinsi dengan jumlah sekitar 40–50 orang per daerah. Biasanya yang dikirim adalah relawan senior,” jelasnya.
Ia berharap rencana pembentukan relawan jurnalis palang merah dapat segera direalisasikan sehingga para jurnalis dari PWI Jatim juga dapat ikut berpartisipasi dalam forum nasional tersebut.
Sekretaris PWI Jawa Timur, Syaiful Anam menyatakan pihaknya siap mendukung penuh kolaborasi dengan PMI Jatim, termasuk dalam pembentukan relawan jurnalis kemanusiaan.
“Ada salam hormat dari Ketua PWI Jatim Mas Lutfil Hakim yang berhalangan hadir karena kurang sehat. PWI Jatim siap membersamai PMI dalam berbagai aktivitas, termasuk rencana relawan jurnalis palang merah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, PWI Jatim juga menyerahkan buku autobiografi karya K’tut Tantri berjudul Revolusi di Nusa Damai kepada Imam Utomo.
Buku tersebut mengisahkan perjuangan K’tut Tantri di Indonesia, termasuk kiprahnya sebagai relawan Palang Merah Internasional dan penyiar radio perjuangan arek-arek Surabaya pada masa pertempuran 1945.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar PWI Pusat, Dhimam Abroor turut menyatakan dukungan atas gagasan Imam Utomo untuk memperkuat kolaborasi antara PMI dan PWI.
“Ide menjadikan PWI sebagai bagian penting dalam agenda-agenda PMI patut didukung, termasuk pembentukan relawan jurnalis palang merah,” katanya.
Menurutnya, kisah perjuangan K’tut Tantri juga perlu kembali dikenalkan kepada publik, terutama generasi muda Surabaya, karena kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sangat besar. (ivan)