JAKARTA, PustakaJC.co – Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) menyalurkan bonus sebesar Rp365 miliar kepada atlet dan pelatih peraih medali pada ASEAN Para Games 2026. Penyaluran dilakukan melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan sistem transfer langsung ke rekening penerima.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa pencairan bonus ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan atlet disabilitas yang telah mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional. Ia menegaskan, penyaluran dilakukan secara cepat, transparan, dan tepat sasaran.
“Seluruh dana bonus ditransfer langsung ke rekening masing-masing atlet, sehingga dapat diterima tanpa hambatan,” ujar Erick. Demikian dikutip dari surabaya.Jawapos.com, kamis, (19/3/2026).
Sebagai mitra strategis pemerintah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memastikan proses distribusi berjalan lancar. Tercatat, sebanyak 341 rekening menerima dana apresiasi yang terdiri dari 241 atlet dan 100 pelatih.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang andal sekaligus mendukung program pemerintah dalam pemberian penghargaan kepada atlet berprestasi.
“Kami memastikan penyaluran bonus dilakukan secara aman dan efisien. Ini menjadi kebanggaan bagi BRI dapat berkontribusi dalam mendukung prestasi olahraga nasional,” ujarnya.
Selain itu, BRI juga menghadirkan program literasi dan perencanaan keuangan bagi para atlet. Langkah ini diharapkan dapat membantu penerima bonus dalam mengelola dana secara bijak untuk keberlanjutan finansial di masa depan.
Pada ajang ASEAN Para Games 2026, kontingen Indonesia mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu, serta menempati posisi kedua klasemen akhir. Capaian ini melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Adapun rincian bonus yang diberikan pemerintah meliputi Rp1 miliar untuk peraih emas nomor perorangan, Rp800 juta untuk nomor ganda, dan Rp500 juta untuk nomor beregu. Sementara pelatih menerima Rp300 juta untuk nomor perorangan dan ganda, serta Rp400 juta untuk nomor beregu.
Menurut Erick, penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh insan olahraga Indonesia untuk terus mencetak prestasi di level internasional. (frcn)