Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital sekitar 20 persen distribusi minyak global, kini menjadi titik krusial yang terus dipantau pasar.
Selain itu, investor juga mencermati sikap Amerika Serikat yang berpotensi mengambil langkah lebih tegas jika Iran tidak menunjukkan itikad kooperatif.
“Ini menambah ketidakpastian baru bagi pasar,” tegas Ibrahim.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan ke level Rp16.903 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.905. (ivan)