PKB Surabaya Perkuat Politik Kehadiran, Targetkan Lebih dari 10 Kursi DPRD

komunitas | 05 April 2026 13:03

PKB Surabaya Perkuat Politik Kehadiran, Targetkan Lebih dari 10 Kursi DPRD
Sekjen DPP PKB M. Hasanuddin Wahid saat memberikan keterangan kepada awak media. (dok kabarbaik)

SURABAYA, PustakaJC.co – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya meneguhkan komitmennya dalam mengusung konsep “politik kehadiran” melalui pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab), Minggu (5/4/2026).

Agenda ini tidak hanya menjadi forum konsolidasi internal, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran nyata partai di tengah masyarakat.

Sekretaris Jenderal DPP PKB, M. Hasanuddin Wahid, menegaskan bahwa eksistensi partai sangat ditentukan oleh sejauh mana kader hadir dan memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

“PKB harus selalu hadir dalam setiap persoalan masyarakat. Pelayanan dan kehadiran adalah kunci utama agar partai tetap relevan,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan Muscab, Sabtu (4/4). Demikian dikutip dari kabarbaik.co.

Dalam forum tersebut, dua prinsip utama yang ditekankan adalah pelayanan dan kehadiran. Seluruh kader dan pengurus didorong untuk menunjukkan kerja konkret yang berdampak langsung bagi warga, khususnya di Kota Surabaya.

Terkait pemilihan Ketua DPC PKB Surabaya, proses yang ditempuh tetap mengedepankan musyawarah mufakat. Mekanisme yang digunakan pun cukup komprehensif, mulai dari usulan tingkat ranting, uji kepatutan dan kelayakan, tes psikologi, hingga penelusuran rekam jejak calon.

Selain itu, proses spiritual juga menjadi bagian dari tahapan seleksi melalui istikharah untuk memohon petunjuk dalam menentukan pemimpin terbaik.

“Semua tahapan itu menjadi satu kesatuan dalam menentukan figur yang tepat. Siapa pun yang diputuskan nantinya wajib didukung seluruh kader,” tegasnya.

Menghadapi Pemilu mendatang, PKB Surabaya memasang target ambisius dengan membidik raihan lebih dari 10 kursi di DPRD Kota Surabaya. Target tersebut dinilai realistis mengingat kuatnya basis Nahdlatul Ulama di wilayah tersebut.

Untuk kontestasi Pilkada Surabaya, keputusan terkait koalisi maupun pencalonan kepala daerah sepenuhnya diserahkan kepada DPC. Meski demikian, fokus utama partai saat ini tetap pada penguatan pelayanan publik dan kehadiran di tengah masyarakat. (frcn)