SURABAYA, PustakaJC.co – Kinerja ekspor Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Surabaya menunjukkan tren positif. Nilai ekspor yang berhasil dicapai menembus 2,73 juta dolar Amerika Serikat, mencerminkan meningkatnya daya saing produk lokal di pasar internasional. Sabtu, (11/4/2026).
“Banyak orang bertanya, bagaimana pergerakan industri di Surabaya? Hari ini kita buktikan. Total yang terkirim untuk ekspor hari ini mencapai 2,7 juta dolar Amerika. Ini angka yang sangat besar dan jauh melebihi apa yang kita targetkan,” ujar Wali Kota Eri saat pemberangkatan ekspor dalam rangkaian SIL Festival 2026 di Grand City Convention Hall, Surabaya. Demikian dikutip dari beritajatim.com, Sabtu, (11/4/2026).
Capaian tersebut menjadi hasil dari berbagai upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam mendorong pelaku IKM agar mampu menembus pasar global, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga perluasan jaringan pemasaran.
Selain mendorong ekspor, penyelenggaraan SIL Festival 2026 juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja lokal dari berbagai sektor.
“Total yang terkirimkan ekspor adalah 2,73 juta dolar AS. Ini menunjukkan bahwa industri Surabaya tidak diam, menggeliat terus, bergerak terus,” katanya.
Keterlibatan pelaku usaha, pekerja kreatif, hingga tenaga pendukung acara menunjukkan adanya perputaran ekonomi yang kuat selama festival berlangsung. Hal ini semakin menegaskan peran IKM sebagai salah satu pilar utama ekonomi daerah.
Pemerintah Kota Surabaya berharap capaian ini dapat terus meningkat pada masa mendatang. Dukungan berkelanjutan diharapkan mampu mendorong IKM naik kelas serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
“Alhamdulillah saat ini juga ada 36 IKM yang naik kelas. Inilah yang terus kita akan genjot. Nanti kita akan jadikan contoh, bagaimana pergerakan itu,” tegasnya. (frcn)