Menurut Emil, kontribusi warga Nahdliyyin selama ini telah terbukti nyata, terutama dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Ia menilai peran tersebut menjadi kekuatan strategis dalam mempercepat pembangunan daerah.
“NU berkontribusi luar biasa untuk pembangunan Jawa Timur. Momentum ini semakin mempererat koordinasi antara warga Nahdliyyin dan Pemprov Jatim,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz menjelaskan bahwa Muskerwil merupakan agenda tahunan untuk mengevaluasi program kerja dan kinerja kepengurusan.
Selain evaluasi, forum tersebut juga membahas kesiapan pelaksanaan Muktamar NU mendatang.
“Pelaksanaan Muktamar NU di mana saja siap, termasuk di Surabaya atau di Jawa Timur,” tegasnya.