Sekwan Jatim Suntik Strategi 70-20-10 untuk ASN dan Wartawan Hadapi Era VUCA

komunitas | 24 April 2026 18:29

Sekwan Jatim Suntik Strategi 70-20-10 untuk ASN dan Wartawan Hadapi Era VUCA
Sekretaris DPRD Jatim Muhammad Ali Kuncoro membuka kegiatan Bimtek di Kota Batu. (dok jatimpos)

BATU, PustakaJC.co — Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Timur, Muhammad Ali Kuncoro, menegaskan pentingnya kesiapan aparatur sipil negara (ASN) serta sinergi dengan insan pers dalam menghadapi era disrupsi yang kian kompleks.

 

Hal itu disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas ASN Sekretariat DPRD Jatim bersama Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Indrapura di Kota Batu, Kamis, (23/4/2026).

 

Dalam arahannya, Ali Kuncoro menyoroti tantangan era VUCA yang ditandai dengan kondisi serba cepat berubah (volatile), tidak pasti (uncertain), kompleks (complexity), dan ambigu (ambiguity). Menurutnya, situasi tersebut harus dijawab dengan pendekatan baru yang lebih adaptif. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (24/4/2026).

 

“VUCA tidak bisa dihindari, tapi harus dilawan dengan VUCA versi positif: Vision, Understood, Clarity, dan Agile,” tegasnya.

 

 

Ia menjelaskan, visi yang jelas menjadi kunci menghadapi perubahan, diikuti pemahaman mendalam terhadap persoalan, kejelasan dalam bertindak, serta kelincahan dalam beradaptasi.

 

Tak hanya itu, Ali juga menekankan peran strategis tim Master of Ceremony (MC) dan keprotokolan sebagai wajah terdepan lembaga legislatif. Menurutnya, DPRD Jatim adalah etalase yang mencerminkan kinerja institusi di mata publik.

 

Untuk memastikan kualitas penyelenggaraan kegiatan, ia membekali peserta dengan rumus 70-20-10. Sebanyak 70 persen difokuskan pada persiapan matang, 20 persen pada koordinasi detail, dan 10 persen pada eksekusi.

 

“Kalau persiapan dan koordinasi sudah matang, eksekusi pasti lancar,” ujarnya.

 

 

 

Ali juga mengingatkan bahwa peran protokol dan MC sering kali tidak terlihat, namun sangat menentukan kesan akhir sebuah acara.

 

Di sisi lain, ia mengajak insan pers untuk lebih cermat menghadapi arus disinformasi di media sosial. Menurutnya, media kerap berada dalam dilema antara kecepatan publikasi dan akurasi informasi, ditambah tekanan ekonomi yang bisa memengaruhi independensi.

 

Menggambarkan pentingnya distribusi informasi, ia mengibaratkan konten kehumasan seperti barang yang membutuhkan kendaraan tepat agar sampai ke publik.

 

“Konten bagus tanpa kendaraan yang tepat tidak akan sampai. Tapi kalau didukung sarana yang andal, informasi bisa cepat diterima masyarakat,” jelasnya.

 

 

Menutup sambutannya, Ali Kuncoro mengapresiasi kontribusi Pokja Wartawan Indrapura dalam mendukung publikasi kinerja DPRD Jatim. Ia berharap kolaborasi ke depan semakin kuat dalam membangun citra lembaga legislatif yang profesional dan terpercaya.

 

“Indrapura harus menjadi etalase yang layak dilihat dan dipercaya publik,” pungkasnya. (ivan)