Menurut Arief, perkembangan sepak bola putri mulai terlihat dari meningkatnya jumlah peserta di kelompok umur 10 tahun dibanding tahun sebelumnya. Ia berharap peningkatan kualitas pelatih juga terus dilakukan agar pembinaan sepak bola putri semakin merata.
“Kalau pelatihnya bagus dan merata, tentunya sekolah-sekolah sepak bola khusus wanita itu akan semakin berkembang,” katanya.
Sementara itu, Head Coach MLSC Jackson F Tiago mengungkapkan pihaknya akan kembali menyeleksi pemain terbaik hasil seri pertama dan kedua untuk memperkuat tim All Star Surabaya yang dijadwalkan tampil di Kudus pada 21 Juni mendatang.
“Besok ada beberapa anak yang sudah lolos di seri pertama dan seri kedua. Nanti kami latihan bersama lagi untuk melihat 16 pemain terbaik yang akan mewakili All Star Surabaya di Kudus,” ujarnya.