Jackson menilai karakter pemain putri Surabaya menjadi salah satu hal paling menonjol selama turnamen berlangsung.
“Kita punya Surabaya itu wani. Benturan atau apa, mereka tetap bertanding. Tidak ada yang cengeng,” ucapnya.
Ia menegaskan MLSC bukan hanya soal mencari tim juara, melainkan membangun ekosistem sepak bola putri dan menemukan talenta potensial yang bisa berkembang hingga level nasional.
“Mau juara atau tidak juara itu tidak penting buat kami. Kami mencari individu-individu yang menonjol dan punya potensi untuk jadi bagian dari tim nasional Indonesia suatu hari nanti,” tandasnya. (ivan)