Ketua Umum IYCTC, Manik Marganamahendra, mengungkapkan bahwa sekitar enam juta anak di Indonesia saat ini telah terjebak dalam adiksi nikotin. Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan karena strategi pemasaran industri rokok semakin masif dan menyasar kalangan remaja.
“Industri rokok sering kali secara sengaja merancang strategi pemasaran agar dekat dengan kebutuhan anak muda, bahkan memanfaatkan taktik seperti pemberian beasiswa untuk membangun citra positif, padahal itu merupakan strategi mengunci pasar jangka panjang,” ujarnya.
Menurut Manik, Surabaya yang telah menyandang predikat Kota Layak Anak masih menghadapi tantangan serius. Iklan rokok luar ruang masih mudah ditemukan di sejumlah titik strategis dan dinilai berpotensi memengaruhi anak-anak serta remaja.