Rutan Surabaya Gandeng Plato Foundation Pulihkan Mental WBP Kasus “Siwalan Party”

komunitas | 26 Mei 2026 18:15

Rutan Surabaya Gandeng Plato Foundation Pulihkan Mental WBP Kasus “Siwalan Party”
Suasana psikoedukasi di Rutan Klas I Surabaya bersama Plato Foundation berlangsung hangat dan humanis. (dok kominfo)

 

SURABAYA, PustakaJC.co - Rumah Tahanan Klas I Surabaya menggandeng Plato Foundation untuk memberikan psikoedukasi kepada 34 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang terlibat kasus “Siwalan Party” pada Oktober 2025 lalu. Program ini difokuskan pada penguatan kapasitas diri dan pemulihan psikososial warga binaan.

Kepala Rutan Klas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang humanis, edukatif, dan inklusif, terutama dalam pemenuhan hak kesehatan para WBP. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Selasa, (26/5/2026).

“Ini menjadi pembelajaran bahwa apa yang mereka lakukan tidak hanya berdampak bagi diri sendiri tetapi juga orang lain. Kami berharap setelah bebas nanti mereka dapat kembali hidup sehat, berbaur di masyarakat, dan memberi kontribusi positif,” ujarnya, Senin, (25/5/2026).

Dari total peserta, sebanyak 29 WBP diketahui terinfeksi HIV. Karena itu, psikoedukasi diarahkan untuk membangun semangat hidup, meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan, serta memperkuat kesiapan mental warga binaan.

Direktur Plato Foundation, Dita Amalia, menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang aman dan suportif di tengah stigma dan diskriminasi yang masih dihadapi para peserta.

“Psikoedukasi ini menegaskan bahwa setiap individu berhak mendapatkan perlakuan yang humanis, dukungan kesehatan, dan kesempatan menjalani kehidupan yang sehat dan aman,” katanya.

Selain pembinaan mental, peserta juga mendapat materi mengenai resiliensi digital, termasuk pemahaman tentang bahaya kekerasan dan eksploitasi seksual anak secara daring atau Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA).

Sebagai bentuk komitmen, para peserta membuat poster kampanye perlindungan anak di ruang digital. Melalui program ini, Rutan Klas I Surabaya menegaskan bahwa pembinaan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pemulihan dan penghormatan terhadap martabat manusia tanpa stigma maupun diskriminasi. (ivan)